Pilihan Bank yang Tepat, Mencegah Terjadinya KPR Take Over


Pilihan Bank yang Tepat, Mencegah Terjadinya KPR Take Over

Memang berhutang itu tidak selamanya buruk, salah satunya adalah dengan berhutang ke bank untuk membeli rumah atau istilah lainnya adalah mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang mana jenis hutang ini memberi manfaat untuk masa yang akan datang sebab rumah merupakan aset yang berharga. Namun terkadang tak semua KPR yang diambil memberikan hasil yang memuaskan, ada kalanya Anda justru merasa kecewa dengan pelayanan yang ada atau melambungnya suku bunga KPR sehingga mungkin saja Anda akan memutuskan untuk KPR take over.

Banyak orang yang memutuskan untuk mengajukan KPR karena dirasa bisa jadi alternatif mudah untuk memiliki rumah idaman secara instan, yang kemudian dibayarkan dengan cara diangsur atau dicicil. Selama masih mampu bekerja dan berpenghasilan, KPR memang pilihan kredit yang tepat dibanding kredit-kredit lainnya seperti kendaraan atau untuk kebutuhan konsumtif, sebab rumah merupakan investasi masa depan Anda.

Sehingga mengajukan KPR ke bank merupakan langkah yang bijak untuk mendapatkan investasi Anda. Hal ini dikarenakan jika Anda memutuskan untuk menabung sendiri agar bisa membeli rumah, tentu Anda tidak akan tahu sampai kapan Anda bisa memiliki rumah, padahal Anda sudah berumah tangga dan memiliki anak-anak. Selain itu, harga rumah dari tahun ke tahun akan mengalami peningkatan dan ini justru akan semakin menyulitkan Anda. Namun sebelum Anda memutuskan untuk mengajukan KPR, Anda sebaiknya melakukan semacam riset kecil-kecilan pada beberapa bank dengan tujuan untuk mengetahui produk dan juga layanan dari masing-masing bank. Terutama dalam hal ini adalah layanan KPR yang disediakan.


Riset tersebut selain bertujuan untuk memperoleh KPR yang sesuai kemampuan Anda, juga dapat meminimalisir resiko lain yang akan memaksa Anda untuk lakukan KPR take over di akhir. Ingatlah bahwa konsumen adalah raja sehingga Anda juga berhak memperoleh yang terbaik di antara sedemikian banyak pilihan yang baik. Biasanya yang menjadi persaingan ketat dalam hal KPR antara satu bank dengan bank lainnya adalah suku bunga yang ditawarkan. Hal ini ditambah dengan klaim masing-masing bank bahwa produk KPR mereka merupakan yang termurah dan terbaik. Anda bisa memanfaatkannya untuk mencari penawaran suku bunga terendah sehingga angsuran bulanan KPR bisa menjadi lebih ringan.

Tak hanya angka suku bunganya saja yang perlu Anda pertimbangkan, Anda pun juga harus mengetahui jenis suku bunga yang ditawarkan pihak penyedia program KPR. Setidaknya ada 4 macam suku bunga KPR yang tersedia, yaitu suku bunga flat (tetap), floating (mengembang), efektif dan juga anuitas. Sebaiknya Anda memilih suku bunga flat alias tetap, karena suku bunga ini dianggap paling aman karena dari awal Anda memutuskan mengambil KPR dan mengangsur, Anda akan dikenakan suku bunga yang tetap sehingga sampai akhir masa pelunasan, suku bunga dan nominal cicilan Anda akan tetap kecuali karena ada alasan tertentu dari pihak bank.

Perlu diketahui juga sedari dini, bahwa bank penyedia KPR dengan suku bunga floating atau efektif cenderung malas menurunkan suku bunga sekalipun pihak bank sentral telah menurunkan BI Rate. Kondisi ini bisa saja dimanfaatkan untuk melakukan perpindahan atau take over KPR. Dimana saat ini sudah ada banyak bank yang membuka pintu lebar-lebar bagi nasabah KPR take over. Namun sebelum Anda memutuskan untuk melakukan take over KPR, catatlah informasi mengenai suku bunga KPR bank lain sekaligus biaya-biaya lain yang diikutsertakan dalam proses peralihan KPR.


Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.